Ads 468 x 60

31/10/12

Browse » Home » , , , » Gerak Tangan dan Isyarat wasit dalam Sepak Bola

Gerak Tangan dan Isyarat wasit dalam Sepak Bola



Gerak Tangan dan Isyarat wasit dalam Sepak Bola



Wasit dalam sepak bola adalah seseorang yang bertugas memimpin jalannya pertandingan sepak bola. Seorang wasit memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengatur jalannya pertandingan. Untuk menjadi wasit harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan PSSI.

a. Syarat-syarat menjadi Wasit
Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang wasit sepak bola.
  1. Berbadan sehat yang dinyatakan oleh dokter, dan harus memiliki penglihatan yang baik, tidak berkacamata, serta tidak buta warna.
  2. Berumur antara 24 hingga 40 tahun.
  3. Lulusan SMA atau sederajat yang dibuktikan dengan ijazahnya.
  4. Memahami serta melaksanakan janji wasit.

b. Pakaian dan Perlengkapan Wasit



Dalam menjelaskan tugasnya, wasit harus mengenakan atribut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut ini pakaian dan perlengkapan yang harus dikenakan wasit.
  1. Baju lengan pendek atau panjang, celana pendek, kaos kaki, sepatu sepak bola. Di bagian dada kiri dipasang badge menurut haknya dan menurut ketentuan.
  2. Peluit yang diikat di pergelangan tangan, untuk memulai dan menghentikan pertandingan, baik sementara yaitu ketika terjadi pelanggaran, atau ketika memulai pertandingan, serta pada akhir pertandingan babak pertama dan kedua.
  3. Jam wasit, stopwatch untuk mengetahui lamanya pertandingan berlangsung.
  4. Notes (buku kecil) dan alat tulis untuk mencatat pemain-pemain yang melakukan pelanggaran.
  5. Uang logam untuk undian. Biasanya masing-masing kapten tim memilih salah satu sisi mata uang. Yang memenangkan undian berhak untuk memilih sisi lapangan sebagai daerah pertandingannya atau sebagai pemegang bola pertama untuk memulai kick off.
  6. Kartu merah dan kartu kuning, sebagai konsekuensi pelanggaran yang dilakukan pemain terhadap pemain lawan. Kartu kuning sebagai peringatan, sedangkan kartu merah untuk mengusir atau mengeluarkan pemain dari lapangan.
  7. Cadangan peluit, pensil, atau alat tulis lain yang digunakan.

c. Tugas Wasit



Seorang wasit menjalankan tugasnya selama pertandingan sepak bola berlangsung, yaitu 2 x 45 menit waktu normal dan ditambah 2 x 15 menit, jika ada tambahan waktu pertandingan. Seorang wasit harus tegas dalam mengambil keputusan, objektif, dan tidak berat sebelah terhadap salah satu tim.

Berikut ini tugas yang harus dilakukan wasit selama memimpin pertandingan.

  • Menegakkan dan menjalankan peraturan persepakbolaan.
  • Menentukan apakah bola yang akan digunakan untuk pertandingan memenuhi syarat, baik dilihat dari ukuran serta kondisi bola tersebut.
  • Membuat catatan-catatan penting selama pertandingan berlangsung.
  • Memberikan teguran, peringatan, dan atau mengeluarkan pemain.

  1. Teguran diberikan jika pemain melakukan pelanggaran ringan, sedangkan peringatan diberikan jika pemain melakukan pelanggaran keras, mengeluarkan katakata yang tidak pantas, memprotes keputusan wasit secara lisan dan kasar.
  2. Peringatan ditunjukkan dengan dikeluarkannya kartu kuning.
  3. Wasit akan mengeluarkan pemain jika pemain itu memperoleh kartu kuning kedua atau langsung memperoleh kartu merah dikarenakan pemain tersebut melakukan pelanggaran yang sangat berat, misalnya mengganjal pergerakan lawan dengan sangat kasar sehingga membahayakan dan menimbulkan risiko cedera.
  • Tidak menjatuhkan hukuman pada kondisi wasit yakin bahwa jika memberikan hukuman maka akan memberikan keuntungan pada tim yang melanggar.
  • Memberikan tendangan bebas, baik langsung atau tidak langsung, sesuai pelanggaran yang dilakukan tim lawan.
  • Memberikan tendangan pinalti ketika tim yang sedang bertahan melakukan pelanggaran di kotak pinalti.
  • Menghentikan pertandingan untuk sementara atau seterusnya.

d. Tugas Hakim Garis



Dalam menjalankan tugasnya, seorang wasit dibantu dua hakim garis yang masing-masing bertugas di sisi lapangan. Kerja sama yang baik antara wasit dan hakim garis sangat diperlukan, karena keputusan yang diambil hakim garis sangat memengaruhi keputusan wasit. 
Berikut ini tugas hakim garis selama pertandingan.
  1. Memberi isyarat ketika bola keluar dari lapangan.
  2. Menentukan pihak mana yang berhak melakukan lemparan ke dalam.
  3. Memberi isyarat ketika bola melewati garis gawang dan menentukan terjadi tendangan gawang atau tendangan penjuru.
  4. Menarik perhatian wasit tentang permainan kasar seorang pemain atau bila ada pemain yang tidak sopan.
  5. Memberikan pendapat bila diminta wasit.
  6. Memberikan isyarat bila seorang pemain telah berdiri pada posisi offside atau terjadi handsball.

e. Tugas Wasit Cadangan

Selain wasit utama dan hakim garis, ada satu wasit cadangan yang bertugas di luar lapangan pertandingan. Berikut ini tugas-tugas wasit cadangan.
  1. Menggantikan wasit dan hakim garis pada keadaan-keadaan tertentu.
  2. Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pergantian pemain.
  3. Melarang official tim masuk ke dalam lapangan.
  4. Memberi isyarat pada wasit utama jika pertandingan telah selesai.
  5. Menerima isyarat dari wasit utama mengenai nilai (skor) dan penghentian permainan.
  6. Memberikan pendapat ketika diminta wasit utama.


Pergerakan wasit dan Hakim Garis Pada Pertandingan Sepak Bola

Selama bertugas di lapangan, seorang wasit sepak bola dan dua hakim garis menempatkan diri yang posisinya tergantung pada kejadian yang sedang berlangsung di lapangan.

a.  Cara Memimpin dengan Sistem Diagonal

Keterangan gambar:
I : tim sepak bola I
II : tim sepak bola II
HG 1 : hakim garis 1
HG 2 : hakim garis 2

Dengan melihat Gambar, maka pergerakan wasit dan hakim garis dapat dijelaskan berikut ini.
  • Arah gerakan wasit adalah mengikuti garis diagonal AB.
  • Daerah pergerakan hakim garis adalah setengah lapangan dan arahnya berseberangan dengan wasit.

  1. Jika wasit berada di posisi dekat A, maka hakim garis yang membantu wasit adalah HG 2, yang berada di antara EF dan sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
  2. Jika wasit berada di posisi dekat B, maka hakim garis yang membantu wasit adalah HG 1, yang berada di antara CD dan sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I.
  • Ketika bergerak mengikuti garis diagonal, posisi wasit sepak bola harus menghadap dan melihat ke arah hakim garis yang berseberangan dengannya.


b.  Posisi Wasit dan Hakim Garis

Selama pertandingan berlangsung, wasit dan hakim garis dituntut untuk dapat memimpin pertandingan dan mengawasi semua pelanggaran yang terjadi serta kejadian-kejadian penting lainnya. Untuk itu, mereka perlu menempatkan diri pada posisi yang semestinya. Berikut ini posisi wasit berdasarkan kejadian penting selama permainan sepak bola.

1)  Pada permulaan permainan

Keterangan gambar:
AB = garis diagonal gerak wasit
HG 1 = hakim garis 1
HG 2 = hakim garis 2
K = pemain kedua terakhir tim I
kk   = pemain kedua terakhir tim II
W    = wasit

  • Ketika kick off dilakukan, dan tim I yang memulai pertandingan, maka wasit berdiri di lapangan permainan tim I pada lingkaran tengah dan menghadap ke arah hakim garis 2.
  • Hakim garis 1 berdiri pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I. Sementara itu, posisi hakim garis 2 sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
  • Jika setelah kick off dilakukan, bola menuju lapangan permainan tim II, maka wasit bergerak ke arah garis diagonal searah A. Namun, ketika terjadi serangan balik sehingga bola menuju lapangan permainan tim I, maka pergerakan wasit ke arah diagonal searah B.
  • Ketentuan yang sama juga berlaku jika tim II yang menguasai bola, namun dengan arah sebaliknya.


2)  Pada saat tendangan gawang

Keterangan gambar:
AB = garis diagonal gerak wasit
HG 1 = hakim garis 1
HG 2 = hakim garis 2
K = pemain kedua terakhir tim I
kk = pemain kedua terakhir tim II
W = wasit

  • Wasit berada di titik tengah garis diagonal yang berada di tengah lapangan, dengan posisi menghadap ke arah bola dan melihat ke arah hakim garis. Hal ini berlaku untuk tendangan gawang yang dilakukan tim I ataupun tim II.
  • Posisi hakim garis 1 dan 2 berbeda, tergantung pada tim yang memperoleh tendangan gawang. Jika tim I yang melakukan tendangan gawang, maka HG 1 berada pada posisi sejajar dengan garis daerah gawang tim I, sedangkan HG 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
  • Ketentuan yang sama juga berlaku jika tim II melakukan tendangan gawang. Hanya saja posisi wasit dan hakim garis sebaliknya.


3)  Pada saat tendangan sudut (corner kick)

Keterangan gambar:
AB = garis diagonal gerak wasit
HG 1 = hakim garis 1
HG 2 = hakim garis 2
kk  = pemain kedua terakhir tim II
W  = wasit

  • Jika corner kick dilakukan di daerah tim I, dari sudut kiri lapangan, maka posisi wasit menyimpang dari arah diagonal, yaitu posisinya di daerah gawang pada garis gawang (W2).
  • Hakim garis 1 berada pada posisi yang dekat dengan penendang corner kick atau sejajar dengan garis gawang.
  • Hakim garis 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir tim II.
  • Ketika terjadi counter attack (serangan balik), maka wasit bergerak ke tengah, dengan mengikuti garis putus-putus. Posisinya selalu menghadap ke arah HG 1 atau HG 2, tergantung posisi bola.
  • Hakim garis 1 bergerak mengikuti arah serangan, sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim I. Hakim garis 2 juga harus selalu sejajar dengan pemain kedua terakhir dari tim II.
  • Pada dasarnya posisi dan pergerakan wasit serta hakim garis sama, dari sudut mana pun dan tim mana pun yang melakukannya.


4)  Pada saat tendangan hukuman (tendangan pinalti)

Keterangan gambar:
HG 1 = hakim garis 1
HG 2 = hakim garis 2
kk = pemain kedua terakhir tim II

  • Jika tim II yang akan melakukan tendangan pinalti, wasit berada pada posisi dekat dengan 12 m atau titik pinalti (W1) untuk mengecek letak bola tepat pada titik tersebut. Selanjutnya, wasit berpindah seperti W2 untuk mengawasi pemain.
  • Posisi hakim garis 1 di garis gawang dekat daerah pinalti.
  • Hakim garis 2 berada pada posisi sejajar dengan pemain kedua terakhir tim II.
  • Ketentuan yang sama berlaku pula jika tendangan pinalti dilakukan oleh pemain dari tim I.


Isyarat-isyarat Wasit dan Hakim Garis Sepak Bola

Pierluigi Collina adalah salah satu wasit terkenal asal Italia. Ia telah memimpin pertandingan dari liga domestik maupun tingkat internasional, seperti Piala Dunia. Selama bertugas, ia sering membunyikan peluit yang dilanjutkan menggerakkan tangan sebagai tindak lanjutnya. Hal tersebut ia lakukan sebagai isyarat atas kejadian yang telah terjadi, baik berupa pelanggaran atau peristiwa sepak bola lainnya.

1) Isyarat wasit

Seorang wasit akan meniup peluit dan menggerakkan tangannya, baik satu tangan atau dua tangan secara bersamaan, sebagai isyaratnya.

a) Bunyi peluit

Berdasarkan tujuan dan manfaatnya, bunyi peluit wasit dibedakan menjadi dua macam, yaitu tiupan dua kali pendek yang diikuti panjang dan tiupan panjang satu kali. Perbedaan keduanya dapat dilihat pada Tabel berikut.

Isyarat peniupan peluit sebanyak
Dua kali pendek kemudian panjang
Satu kali panjang
  1. Pemain harus siap memasuki lapangan pertandingan.
  2. Berakhirnya babak pertama.
  3. Berakhirnya babak kedua.
1. Dimulainya pertandingan.
2. Diberhentikannya pertandingan sementara, dikarenakan:
a. bola keluar lapangan,
b. terjadinya pelanggaran,
c. terjadinya gol,
d. terjadi pergantian pemain
e. ada pemain mengalami luka berat,
f. adanya hujan sangat deras, yang tidak memungkinkan untuk bertanding.


b) Gerakan tangan

Berikut ini isyarat-isyarat tangan yang diberikan wasit selama pertandingan.

(1) Di awal pertandingan mengangkat salah satu tangan ke
arah hakim garis dan para pemain. Tujuannya agar mereka siap karena pertandingan akan dimulai.
(2) Mengangkat satu tangan, baik tangan kanan ataupun tangan
kiri, lurus ke atas. Artinya telah terjadi pelanggaran, sehingga memperoleh hadiah berupa tendangan bebas tidak langsung.
(3) Satu tangan menunjuk tempat tertentu, dan tangan satunya
menunjuk arah tertentu. Berarti menunjukkan tempat terjadinya pelanggaran dan arah bola.
(4) Salah satu tangan menunjuk titik tengah, yang artinya telah terjadi gol yang sah.
(5) Mengangkat kedua tangan sejajar di depan badan. Posisi
telapak tangan menghadap ke bawah. Selanjutnya, menyilangkan kedua tangan di depan. Artinya tidak terjadi pelanggaran.
(6) Menggantungkan kedua tangan sejajar di samping badan.
Posisi telapak tangan menghadap ke depan, kemudian membuat gerakan seperti mendorong. Artinya meminta pemain untuk mundur ke belakang.
(7) Memegang kartu dan mengangkatnya ke atas. Artinya
memberikan sanksi atau hukuman berupa kartu (kartu kuning atau merah) kepada pemain yang telah melakukan pelanggaran.


2) Isyarat hakim garis


Hakim garis memberikan isyarat dengan mengangkat bendera, baik diangkat lurus ke atas atau diangkat ke depan sejajar bahu. Tujuannya adalah untuk memberitahu wasit supaya menghentikan permainan sementara karena adanya pelanggaran, bola keluar lapangan, pemain dalam posisi offside, atau hal-hal lainnya. Berikut ini beberapa pedoman hakim garis dalam memberi isyarat.

  • Mengangkat bendera ketika melihat adanya pelanggaran tetapi wasit tidak melihatnya. Setelah wasit meniup peluit untuk menghentikan pertandingan, hakim garis menunjuk tempat terjadinya pelanggaran dan tim yang berhak menguasai bola, dengan menggunakan bendera.
  • Menunjuk ke arah gawang ketika bola keluar lapangan melewati garis gawang sehingga dihasilkan tendangan gawang.
  • Menunjuk ke sudut lapangan yang menjadi area tendangan sudut, ketika terjadi corner kick.
  • Mengangkat bendera dan menunjuk ke arah bola atau tim yang berhak melakukan lemparan ke dalam, jika bola keluar melewati garis samping lapangan.


 Sumber : Buku Pendidikan jasmani
Advertiser

Comments : 1 comment for Gerak Tangan dan Isyarat wasit dalam Sepak Bola

  1. thanks banget,, postingan nya sangat membantuu !!
    FEEK BACCK yaa gun

    BalasHapus

 
© Copyright 2012 : Media Belajarku
Template by : Blogger Templates | ZonaBlogger.com | Didukung Oleh : Blogger.com