Ads 468 x 60

Showing posts with label Pendjaskes. Show all posts
Showing posts with label Pendjaskes. Show all posts

12/11/2013

12/11/2013

Penempatan dan Posisi Wasit Dalam Pertandingan Bola Basket

Penempatan dan Posisi Wasit Dalam Pertandingan Bola Basket



Penempatan Wasit 

Selama pertandingan berlangsung, umumnya dua petugas memposisikan diri berada di sisi kiri para pemain dan bola, dan bisa saling melihat secara diagonal. Setelah pertandingan berjalan, muncul istilah trail official dan lead official. Trail official adalah petugas yang mengambil posisi di belakang (dan ke kiri) bola, sedangkan lead official adalah petugas yang berada di depan. Setiap ada keputusan foul, dua petugas tersebut bertukar posisi.

Dalam melakukan tugasnya (Lihat tugas dan weewenang wasit dalam pertandingan bola basket), dua wasit (referee) menempatkan diri pada posisi terbaik sehingga dapat menilai pertandingan secara menyeluruh. Kedua petugas memiliki tanggung jawab yang berbeda tergantung pada posisi bola.



Perhatikan Gambar diatas. Trail official bertanggung jawab atas bola dan permainan di sekitar bola ketika bola berada di daerah 1, 2, 3, 5, dan 6. Sementara itu, lead official bertanggung jawab ketika bola berada di daerah 4, 5, dan area tembakan dua angka di bagian 6. Kedua petugas memiliki tanggung jawab yang sama di area 5 dan 6.

Selama pertandingan berlangsung, ketiga petugas menjaga posisinya sehingga terhubung satu sama lain sebagai segitiga besar.



Lead official (L) diposisikan di dekat garis akhir, biasanya di sisi mana bola berada(ball side). Centre official (C) diposisikan di sisi yang berlawanan dengan ball side, dekat dengan garis perpanjangan garis lemparan bebas. Centre official bisa berada di kedua sisi lapangan, tergantung posisi bola berada. Trail official (T) adalah petugas yang diposisikan kira-kira 5 meter dari garis tengah dan sisi yang sama dengan lead official (ball side).

Prinsip Dasar Pengambilan Posisi

Selama bertugas di lapangan, posisi ketiga wasit berubah sesuai situasi pertandingan.

Berikut ini prinsip pengambilan posisi wasit di lapangan.

1) Rotasi
Berikut ini terjadinya rotasi wasit.
  • Dengan melihat posisi bola, maka lead official bergerak ke ball side.
  • Ketika lead official bergerak dari satu sisi keranjang ke sisi lainnya, petugas yang berada di ball side bergerak ke posisi trail. Sementara itu, petugas lainnya berada diposisi yang berlawanan dengan posisi centre.


2) Transisi
Berikut ini proses transisi wasit.
  • Ketika arah permainan berubah, trail official bergerak ke posisi lead official.
  • Centre official bergerak ke posisi tengah baru.
  • Lead official menjadi trail baru.



Tugas dan Wewenang Wasit Dalam Pertandingan Bola Basket

Tugas dan Wewenang Wasit Dalam Pertandingan Bola Basket



Pertandingan bola basket dipimpin oleh seorang wasit (referee) dan dua orang umpire. Mereka harus memimpin jalannya pertandingan sesuai peraturan resmi FIBA (Federation Internationale de Basketball ) dan interpretasinya. Wasit dan umpire harus bersikap netral, adil, serta tidak memihak salah satu tim.

a. Perlengkapan Wasit Bola Basket

Selama menjalankan tugas, wasit dan umpire harus mengenakan seragam yang terdiri atas perlengkapan berikut ini.
  • 1) Kaos seragam dan celana panjang hitam
  • 2) Sepatu bola basket hitam dan kaos kaki hitam
  • 3) Peluit


b. Tugas dan Wewenang Wasit

Selama bertugas di lapangan, wasit memiliki tugas dan wewenang yang telah ditentukan oleh FIBA.

1) Tugas dan Wewenang Umum
  • Masing-masing petugas (wasit dan umpire) berwenang mengambil keputusan dalam batas-batas tugasnya, namun tidak berwenang untuk mengabaikan atau mempertanyakan keputusan yang dibuat oleh petugas yang lain.
  • Dalam beberapa kasus, wasit mempunyai tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang lebih besar. Contohnya sebelum pertandingan dimulai, pertandingan berakhir, waktu bermain, penilaian, atau ketika para petugas tidak sepakat mengenai dihitung atau tidaknya bola yang masuk.
  • Petugas meniup peluitnya untuk menghentikan pertandingan dan memberi sinyal kepada pencatat waktu untuk menghentikan jam. Hal ini dilakukan ketika terjadi pelanggaran atau kesalahan.
  • Memberikan petunjuk yang jelas bahwa bola masuk telah diberi angka, ketika pemain sukses melakukan lemparan bebas.
  • Menunjukkan jumlah dan tipe kesalahan saat terjadi personal foul.
  • Memberi petunjuk dengan jelas mengenai tindakan yang membuat bola menjadi mati, ketika suatu tim melakukan throwin. Selain itu, memberi arahan tindakan selanjutnya, kecuali jika dilanjutkan dengan succesful goal atau awarded goal.


2) Tugas dan Wewenang Khusus
  • Menginspeksi dan menyetujui peralatan yang akan digunakan.
  • Menetapkan jam permainan resmi, alat 24 detik, stopwatch, dan menghormati petugas meja.
  • Memilih bola untuk pertandingan dari sedikitnya dua bola yang disediakan oleh tim tuan rumah.
  • Tidak mengizinkan pemain mengenakan benda-benda yang dapat menyebabkan cedera.
  • Memimpin jump ball untuk memulai babak pertama, dan lemparan ke dalam untuk memulai babak-babak lainnya.
  • Berwenang menghentikan pertandingan jika diperlukan.
  • Berwenang menentukan tim yang kalah dalam pertandingan jika menolak untuk bermain setelah diinstruksikan demikian, atau jika tim melakukan upaya agar pertandingan tidak dimainkan.
  • Mempelajari dengan hati-hati lembar nilai pada akhir pertandingan atau kapan pun dirasa perlu.
  • Membuat keputusan akhir kapan saja diperlukan atau ketika petugas tidak sepakat.
  • Berwenang membuat keputusan tentang hal-hal yang tidak diatur secara spesifik di dalam peraturanperaturan ini.


01/08/2013

01/08/2013

Teknik-teknik Dasar Permainan Bola Basket

Teknik-teknik Dasar Permainan Bola Basket

sumber gambar : dinobasketball.com
Setelah Share Peraturan dasar pada pada permainan bola basket, Maka kita lanjutkan pada Teknik-teknik Dasar Permainan Bola Basket. Beberapa Teknik-teknik Dasar Permainan Bola Basket yang akan dipelajari kali ini yaitu teknik drible, teknik dasar passing, pivot,  menembak sambil melayang (Lay up shot), jump shot, screen, block out, dan rebound.

A. Teknik Drible (Menggiring Bola) 
Teknik dasar drible antara lain: 
  • Drible tinggi, dilakukan dengan tujuan untuk menggiring bola sambil berjalan atau berlari, di lakukan saat jauh dari lawan dan sesegera mungkin masuk ke daerah pertahanan lawan. 
  • Drible rendah, dilakukan dengan tujuan menghindari lawan yang ingin merebut bola, dilakukan dengan cepat untuk mencari celah agar bisa menerobos pertahanan lawan.


B . Teknik Dasar Passing (operan)
  1. Chest Pass adalah operan yang dimulai dari depan dada, di arahkan lurus ke depan dada kawan hal ini dilakukan jika ruang operan terbuka tanpa penghalang lawan.
  2. Bounce Pass adalah operan yang dilakukan dengan cara memantulkan bola ke lapangan sebelum ditangkap kawan, hal ini dilakukan pada saat ada lawan yang menghadang di depan.
  3. Overhead Pass adalah operan yang dilakukan dari atas kepala, arah bolanya melambung tinggi di atas kepala lawan dan biasanya operan ini dilakukan jauh ke depan.
  4. Baseball Pass adalah operan lurus dari samping badan seperti lemparan baseball, operan ini dilakukan dengan satu tangan dan tenaga yang kuat.
  5. Under Pass (operan bawah) adalah operan yang dilakukan dari bawah (pinggang), arah bolanya lurus ke arah kawan dan dilakukan dengan jarak dekat.
  6. Hook Pass adalah operan kaitan dengan satu tangan yang dimulai dari setinggi pinggang kemudian gerakan seperti pukulan hook atau melengkung ke atas.

C. Pivot 
Pivot adalah gerakan berputar dengan berporos salah satu kaki, kedua tangan memegang bola dengan tujuan untuk menghindari sergapan lawan yag akan merebut bola. Pivot dapat dilakukan dengan dua cara yaitu gerakan berputar ke arah depan dan gerakan berputar ke arah belakang.

D. Lay Up Shot                  
Tembakan lay up adalah teknik yang sering digunakan. Kita tidak membutuhkan tinggi yang ideal untuk melakukan tembakan ini. Tembakan ini dilakukan dalam jarak dekat dari keranjang dan didahului dengan gerakan dua langkah. Tembakan ini bisa dilakukan dari sisi kiri atau kanan keranjang. Jika menembak dari sisi kanan, gunakan tangan kanan dengan tolakan kaki kiri dan jika tembakan dilakukan dari sisi kiri, gunakan tangan kiri dengan tolakan kaki kanan.

1) Cara melakukan lay up shot adalah sebagai berikut
Sikap awal
a)      Pemain menangkap bola dengan melompat ke depan.
b)      Pemain bergerak menangkap bola sambil melayang.
c)       Tangkapan dilakukan dengan dua tangan.

Pelaksanaan
a)     Begitu mendarat, langkahkan satu langkah pendek ke depan dan menolak ke atas sambil mengangkat bola ke atas.
b)     Setelah mencapai lompatan tertinggi, tembakkan bola dengan satu tangan dibantu dengan lecutan dari pergelangan tangan ke ring.
c)      Mendaratlah dengan kedua kaki mengeper.


2) Latihan Tembakan Lay Up Shot
Latihan teknik dasar lay up shot dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.

Latihan 1
Latihan menembak sambil melayang (5–8 set). Tiap set dilakukan sebanyak 8–10 kali lompatan. Istirahat antarset berlangsung selama 3 menit.


Latihan menembak sambil melayang

Latihan 2
Latihan secara terpisah menggiring bola dan menembak sambil melayang tanpa melompat.


Latihan menembak tanpa melompat

Latihan 3
Bentuklah 2 barisan saling berhadapan, dengan jarak 5–7 meter, mulai dari garis tengah. Bola dipegang oleh salah satu barisan. Kemudian, lakukan latihan lempar-tangkap bola dan tembakan melayang.


Latihan lempar tangkap bola

Latihan 4
Latihan dimulai dari garis tengah. Pemain paling depan melakukan dribbling ke arah ring. Lalu pada jarak tembakan, bola dipegang dengan kedua tangan, dilanjutkan dua langkah ke depan, melompat, dan menembak bola.


Latihan menggiring, melompat, dan menembak bola

3) Kesalahan Lay Up Shot
Kesalahan yang sering terjadi pada saat melakukan lay up di antaranya sebagai berikut.
• Langkah pertama terlalu tinggi.
• Menerima bola tidak dalam sikap melayang.
• Bola tidak dilepaskan pada saat berhenti di udara dan atau lengan tidak diluruskan sehingga pantulan bola menjadi berlebihan.
• Pada saat melayang kaki tidak rileks.

E. Jump Shot
Jump shot adalah salah satu variasi teknik tembakan dalam permainan bola basket. Gerak jump shot diiringi lompatan saat melakukan tembakan. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk menghindari usaha block lawan terhadap gerakan shot yang Anda lakukan. Teknik melakukan jump shot adalah sebagai berikut.
1) Berdirilah di depan ring dengan kedua kaki dibuka selebar bahu.
2) Bola dipegang dengan satu tangan di depan atas kepala, sementara tangan yang lainnya menahan bola di sampingnya.
3) Kedua lutut ditekuk, kemudian meloncat ke atas dengan tolakan dua kaki.
4) Pada saat tubuh melayang di atas, dorong bola ke arah atas keranjang dengan lecutan dari
pergelangan tangan sehingga bola meluncur dengan arah parabola dan masuk ke dalam keranjang.


Jump shot


F. Screen
Screen adalah suatu gerakan pemain penyerang untuk membebaskan teman dari penjagaan lawan. Teknik gerak screen dilakukan dengan mencoba menutup arah pergerakan lawan yang menjaga teman kita, dan membuka pergerakan teman untuk bergerak melewati belakang badan teman yang melakukan screen.


Screen

G. Block out
Block out adalah suatu gerakan yang dilakukan dengan tujuan untuk menutup pergerakan lawan. Gerak ini dapat dilakukan dalam situasi berikut.
1) Mengambil posisi sebelum mengambil bola.
2) Membuka pergerakan teman yang lain untuk mengambil bola.
3) Mengambil posisi sebelum melakukan rebound.
Gerak block out dilakukan dengan memposisikan badan membelakangi lawan dengan kedua kaki dan kedua lengan dibuka, sehingga lawan akan semakin sulit untuk mengambil bola. Gerak block out ini lebih sering digunakan pada saat melakukan rebound.


Block out


H. Rebound
Rebound adalah istilah dimana seorang pemain menangkap atau mendapatkan bola pantul yang tidak berhasil masuk yang ditembakkan oleh pemain lain. Rebound lebih efektif jika dilakukan oleh orang yang bertubuh lebih tinggi dan lebih dekat dengan ring basket.
Rebound terbagi menjadi 2 jenis, yaitu offensive rebound dan defensive rebound. Ofensive rebound terjadi jika pemain mendapatkan
bola pantul yang tidak masuk yang ditembak oleh teman. Adapun defensive rebound terjadi jika pemain mendapatkan bola pantul yang tidak berhasil masuk yang ditembak oleh pihak lawan.


Rebound
Anda telah mengetahui beberapa Teknik-teknik Dasar Permainan Bola Basket. Jika ingin mengetahui bisa Peraturan dasar pada pada permainan bola basket, dilihat disini.
Terimakasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat.

31/07/2013

31/07/2013

Peraturan Dasar Permainan Bola Basket

Peraturan Dasar Permainan Bola Basket

sumber gambar : dinobasketball.com

Setiap permainan tentunya memiliki peraturan tersendiri. Sekarang, Anda akan mendalami berbagai peraturan dan strategi yang lebih terperinci. Peraturan dasar bola basket yang akan dipelajari kali ini meliputi aturan memainkan bola, mengontrol bola, penguasaan bola, dan nilai tembakan.

1. Aturan Memainkan Bola Basket
Pada permainan bola basket, bola dimainkan dengan tangan. Menendang bola atau meninju bola tidak diperkenankan kecuali jika sentuhannya tanpa sengaja.

2. Aturan Mengontrol Bola Basket
Seorang pemain dikatakan sedang mengontrol bola saat ia berada dalam posisi akan melakukan lemparan ke dalam atau sedang memegang dan memantul-mantulkan bola dalam permainan. Suatu regu dikatakan  sedang mengontrol bola apabila salah seorang pemain regu tersebut sedang mengontrol bola atau bola dioperkan di antara pemain regu.

3. Aturan Penguasaan Bola Basket
Suatu regu menguasai bola sampai bola dikuasai oleh regu lawan atau pada saat bola telah ditembakan ke arah jaring atau tembakan hukuman.

4. Nilai Tembakan
Angka terjadi jika bola masuk ke keranjang dari atas. Jika regu dengan sengaja membuat gol di jaringnya sendiri, maka tidak dihitung. Namun, jika salah satu pemain tidak sengaja membuat gol ke jaringnya sendiri, angkanya tetap dicatat sebagai gol oleh kapten lawannya.

Ketentuan angka tercetak adalah sebagai berikut.
a. 1 angka jika gol dari lemparan bebas.
b. 2 angka jika gol dari lapangan.
c. 3 angka jika gol dari daerah 3 angka.

Jika seorang pemain dengan tidak sengaja menyebabkan bola masuk jaring dari bawah, permainan dilanjutkan dengan bola loncat antara 2 pemain yang berlawanan.

Adapun beberapa peraturan lainnya yang terdapat dalam permainan bola basket:
a. Pertandingan dinyatakan berakhir karena hal-hal berikut.

  • Apabila suatu kesalahan terjadi bersamaan dengan atau sebelum sinyal pencatat waktu untuk mengakhiri pertandingan, babak, setengah permainan atau babak tambahan, maka lemparan bebas yang terjadi sebagai akibat dari kesalahan itu harus dilaksanakan.
  • Babak, setengah, atau seluruh waktu bermain dihentikan saat pencatat waktu membunyikan sinyal, untuk menunjukkan akhir waktu bermain.
b. Pemain yang harus melakukan lemparan ke dalam tidak boleh melanggar ketentuan berikut.

  • Melangkah ke lapangan sebelum atau sambil melepas bola.
  • Menyentuh bola di lapangan sebelum disentuh pemain lain.
  • Melempar bola melewati papan pantul kepada pemain lain dilapangan.
  • Melempar bola dari lapangan depan kepada anggota dari satu regu yang ada di lapangan belakang.
  • Bola menyentuh daerah luar lapangan atau menyentuh tiang penyangga jaring atau memasukkan bola ke jaring sebelum dioper kepada pemain di lapangan untuk lemparan ke dalam.
  • Menahan bola lebih dari 5 detik.
c. Suatu regu dinyatakan kalah oleh penyimpangan berikut.
1) Regu itu menolak bermain setelah diinstruksikan oleh wasit untuk melanjutkan pertandingan.
2) Tindakannya menghalangi pertandingan dilanjutkan.
3) 15 menit setelah waktu bermain regu tidak hadir atau pemain turun ke lapangan tidak siap.
4) Regu yang dianggap kalah mendapatkan nilai 0 pada urutan peserta.
5) Kemenangan diberikan regu lawan dengan angka 20–0.

d. Pertandingan dinyatakan kalah karena kelalaian berikut.

  • Jika regu tersebut sedang memimpin perolehan angka dalam pertandingan, maka angka itu harus dihapus. Jika regu tersebut tidak sedang memimpin dalam perolehan angka, maka angka yang tercetak adalah 2–0. Selanjutnya, karena kelalaian tersebut mendapatkan nilai 1 dalam urutan peserta (klasifikasi) dan regu tersebut dinyatakan kalah 2–0.
  • Suatu regu akan dinyatakan kalah jika jumlah pemain dari regu tersebut yang ada di lapangan kurang dari 2 orang.

5. Posisi Pemain
Bola basket dimainkan oleh dua regu yang setiap regunya beranggotakan 5 orang pemain. Dalam permainan bola basket, pemain dibagi menjadi 3, yaitu 2 orang menjadi penjaga belakang (guard), 2 orang pemain depan (forward), dan seorang pemain tengah (center).

a. Pemain Depan
Tugas seorang pemain depan adalah menyusup ke pertahanan lawan. Posisi ini bersifat sebagai penyerang. Penyerang juga dapatmembantu penjaga belakang menghalangi lawan memasuki daerah pertahanan.

b. Pemain Tengah
Tugas seorang pemain tengah adalah sebagai berikut.
1) Membendung atau memblok tembakan lawan.
2) Melakukan rebound, yaitu berusaha menguasai atau menangkap bola setelah tembakan gagal dilakukan.
3) Menjadi target atau sasaran operan teman seregu ketika berada di daerah pertahanan lawan.

c. Penjaga Belakang
Seorang penjaga belakang bertugas menjaga daerah belakang. Posisi penjaga belakang tidak berarti ia harus setiap saat ada di belakang pada saat regunya melakukan serangan. Akan tetapi, penjaga belakang juga bisa menjadi pemberi umpan kepada teman seregunya dan sesekali memasukkan bola ke keranjang lawan. Jadi, penjaga belakang memiliki tugas utama di garis pertahanan.

Semoga artikel Peraturan Dasar Permainan Bola Basket dapat menambah wawasan dan bermanfaat. Terimakasih telah berkunjung.

30/07/2013

30/07/2013

Lompat Jongkok (Squat Vault)

Lompat Jongkok (Squat Vault)

sumber gambar : Mannaweb.net
a. Deskripsi

Lompat jongkok (squat vault) merupakan jenis lompatan tidak terbalik. Gerakan Lompat jongkok (squat vault) adalah gerakan melompat melewati rintangan, yang dalam hal ini adalah peti lompat. Pada waktu badan sedang melayang di atas peti lompat kedua tangan direntangkan dan kedua tungkai ditekuk, serta kedua lutut ditarik ke dada. Berikut akan dibahas kembali mengenai keterampilan teknik lompat jongkok

                                Rangkaian utuh dari Lompat Jongkok                                        

b. Poin-poin p enting pada setiap fase gerakan:

Tahap pelaksanaan Lompat jongkok (squat vault) adalah sebagai berikut:
1) Dari lari awalan yang cepat, setelah menolak pada papan tolak, anak segera mencapai kuda dengan lengan lurus, mencoba menahan kecenderungan gerak bahu melaju ke depan. Badan pada saat ini masih lurus, atau sedikit melengkung (curvalinier).


Perbedaan antara sikap badan yang benar dan yang kurang tepat

2) Segera bersamaan dengan tangan menolak, lutut mulai ditarik ke arah dada mencapai sikap jongkok.
3) Daya dorong yang disebabkan tolakan tangan ke kuda, menyebabkan badan tertolak ke atas dan lengan terangkat.
4) Bahu dan panggul segera membuka kembali untuk bersiap mendarat.
5) Pendaratan yang baik terjadi dengan jarak cukup dari kuda-kuda.


Jarak pendaratan dari kuda-kuda

c. Mekanika gerak yang harus diperhatikan
Mengikuti tolakan, titik berat tubuh tetap bergerak secara horisontal dengan beberapa komponen vertikal. Ini penting bagi pesenam untuk memelihara gerak linier ke depan. Sebagai lompatan tidak terbalik, arah putaran harus berubah dari awalnya berrotasi ke depan ke rotasi ke belakang. Untuk mengurangi rotasi ke depan, kedua lengan harus berada di depan bahu ketika kontak dengan kuda terjadi. Ekstensi yang cepat pada bahu dan fleksi pada pergelangan tangan menghasilkan daya menjauh dari titik berat tubuh dan dalam arah yang berlawanan merubah arah rotasi. Fleksi pada panggul dan lutut akan menurunkan moment of inertia (perubahan penyebaran massa tubuh di sekitar titik berat tubuh), memungkinkan rotasi ke belakang yang cukup untuk membawa pesenam ke posisi berdiri. Ekstensi panggul dan lutut memperlambat rotasi ke belakang ketika pesenam mendekati posisi berdiri.

d. Poin pengajaran penting
  • Ketika tangan kontak dengan kuda, panggul harus mengikuti di belakang tangan. Pada saat ini, kaki mulai membengkok. Bahu tetap dipertahankan terbuka membentuk sudut yang lebar dan tidak segera berubah sudutnya.
  • Lengan hanya bengkok sedikit, kalau mungkin lurus terus.
  • Dorongan ke atas atau lepasnya tangan dari kuda harus terselesaikan sebelum bahu melewati garis vertikal kuda.

e. Tahapan Pembelajaran Lompat Jongkok
Untuk mengawali pembelajaran pada lompat jongkok, perlu ditempuh tahapan pembentukan gerak yang memadai, sehingga anak dapat segera menyesuaikan diri dengan tuntutan dari sikap-sikap tubuh yang diperlukan. Pembentukan gerak dapat dilakukan dari tahapan yang paling dasar di lantai (tidak langsung di kuda-kuda), hingga ke pembentukan gerak yang harus dilakukan di alat kuda-kudanya langsung. Dengan melihat gambar yang ditayangkan dalam bagian ini, dapat disimpulkan alat-alat yang diperlukan untuk membantu proses pembelajaran anak.

Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:
1) Lompat kelinci di lantai
Gerakan lompat kelinci merupakan gerakan terbaik untuk melatih gerakan lompatan jongkok di atas kuda-kuda. Gerakan ini melatih penumpuan kedua lengan yang harus dipertahankan lurus serta bagaimana badan serta kedua kaki menyelesaikan gerakan melewati garis bahu dalam posisi jongkok. Lakukan beberapa kali hingga anak memperlihatkan gerakan yang diharapkan, yaitu, kedua kaki mendarat ketika kedua lengan sudah terangkat.

Lompat kelinci di lantai

2) Lompat kelinci, tetapi dengan target jarak yang ditandai di lantai. Jarak makin lama makin jauh.
3) Lompat kelinci pada bangku
Untuk membantu anak merubah orientasi geraknya dari lantai ke kuda-kuda, mintalah anak melakukan lompat kelinci pada bangku swedia yang ditempatkan sejajar berdekatan. Ketika anak melakukannya di bangku demikian, anak akan lebih mudah menyelesaikan gerakan melewatkan kedua lutut dan kakinya melalui garis bahu dan mendarat di lantai.
Lompat kelinci di bangku yang dipasang sejajar

4) Berdiri pada kuda-kuda memanjang, tendang kaki ke belakang tinggi, badan sedikit melenting. Ketika tangan kontak ke kuda-kuda, segera lipat panggul dan lutut, dorongkan bahu untuk bisa mendarat di matras. Bantuan diberikan dengan berdiri di samping kanan anak, dan memegang salah satu lengan anak yang bertumpu dengan tangan kanan dan ikut mendorong panggul anak ke depan dengan tangan kiri.
Latihan melewatkan panggul dan kedua kaki

5) Lompat melewati kuda dari awalan yang ditambah jaraknya dengan bantuan.
Pada tahap ini, anak sudah mulai berhadapan dengan kuda-kuda atau box yang ukurannya masih rendah. Jika tersedia papan tolak (spring board), tempatkan papan tolak tersebut di depan kuda-kuda.
Mintalah anak berbaris ke belakang dan melakukan gilirannya satu per satu. Pada tahap awal, minta anak yang melakukan berdiri di atas papan tolak. Dengan menyimpan kedua lengannya di kuda-kuda, anak melompat-lompat di papan tolak, tanpa melepaskan kedua tangannya dari kuda. Pada hitungan ketiga, bantulah anak untuk mengangkat panggul dan kedua kakinya ke atas, yang langsung disambung dengan melewatkan panggul dan kedua kakinya melewati garis bahu di atas kuda-kuda, dan mendarat di lantai.
Setelah latihan di atas diselesaikan, tahap selanjutnya adalah meminta anak-anak berdiri sekitar dua atau tiga langkah di belakang papan tolak. Lakukan tolakang dengan terlebih dahulu membuat awalan dua atau tiga langkah, menolak di papan tolak, dan mendarat di depan kuda-kuda. Setelah beberapa kali dilakukan, minta anak-anak untuk menambah jarak awalannya.
Menolak dari awalan 2 atau 3 langkah

6) Lompat melewati kuda, dimulai dengan papan tolak yang dekat ke kuda dan secara bertahap jarak papan tolak dan kuda ditambah.
Menolak dengan jarak papan tolak yang bertambah
7) Gunakan kotak tambahan atau tali untuk membiasakan anak berani melakukan lintasan gerak yang besar pada saat layangan pertama (a) dan layangan kedua (b).
(a) (b) (c)
Melatih jauhnya jarak layangan pertama dan layangan kedua

f. Teknik Bantuan
Bantuan pada pembelajaran lompat jongkok dilakukan dengan berdiri di depan samping kuda-kuda. Ketika pesenam kontak dengan kuda-kuda, tangkaplah lengan di bagian pergelangan tangan dan lengan atasnya, untuk membantu mengangkat badan bagian atasnya dan agar tidak tersungkur. Di awal pembelajaran, dua orang pemberi bantuan yang berdiri di masing-masing sisi kuda akan sangat membantu, di samping memberi rasa aman secara psikologis. Ajarilah anak-anak untuk mampu memberikan bantuan, sehingga pada proses pembelajarannya, anak dapat bergantian saling membantu dengan temannya sendiri.

g. Pemberian bantuan
Penolong berdiri di depan samping kuda-kuda. (tidak di belakang kuda-kuda, karena tidak akan dapat mengikuti arah dorongan horisontal dari anak yang melompat).
Ketika kontak dengan anak terjadi, penolong harus melangkah ke belakang mengikuti jalur layangan dari anak yang dibantunya.

Sekian pembahasan tentang Lompat jongkok (squat vault), semoga bermanfaat dan kami ucapkan terimakasih atas kunjungannya.

16/02/2013

16/02/2013

Permainan Polo Air


Permainan Polo Air


Polo air adalah olahraga air yang dimainkan secara beregu. Tujuan dari permainan ini mirip dengan sepak bola, yaitu untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya. Satu gol dihitung satu poin. Denah lapangan permainan polo air dapat dilihat seperti pada gambar dibawah:

Keterangan : 
I    :  Garis Gawang                                  #   : Area Masuk
II   :  Garis 2 Meter                                  W : Wasit
III  :  Garis 4 Meter                                 PG : Pengawas Gawang
IV  :  Garis Tengah Lapangan                   G  : Gawang
V   : Permulaan Bola                                 P  : Panjang Lapangan
                                                                L  : Lebar Lapangan

Berikut ini beberapa ketentuan yang berlaku pada permainan polo air.
  1. Jarak kedua garis gawang adalah 30 meter, sedangkan lebar lapangan adalah 20 meter. Kedalaman air tidak boleh kurang dari 1,8 meter.
  2. Untuk pertandingan putri, ukuran maksimal adalah 25 m x 17 m.
  3. Tiang gawang terbuat dari kayu, metal, atau plastik dengan lebar 8,875 meter dan dicat putih.
  4. Bola harus tahan air tanpa balutan di luarnya dan tidak boleh dilapisi dengan gemuk atau bahan sejenis, dengan garis keliling tidak boleh kurang dari 0,68 m dan tidak boleh lebih dari 0,71 m.


1 . Cara Bermain Polo Air
Sebuah pertandingan polo air mempertemukan dua regu, dimana setiap regu terdiri atas 13 pemain, dengan 2 orang sebagai penjaga gawang dan 11 orang sebagai pemain. Pemain yang diturunkan tiap regu adalah 6 orang dan 1 orang penjaga gawang. Setiap regu yang akan bertanding diwajibkan memakai uniform (kaos), celana renang seragam, topi polo air yang bernomor (1 hingga 13). Topi yang dipakai kedua regu dibedakan berwarna putih dan biru, kecuali penjaga gawang yang memakai topi merah.

Pertandingan polo air resmi memakai standar peraturan internasional yang ditetapkan FINA. Pertandingan dipimpin oleh 2 orang wasit dan dibantu 2 orang hakim garis (goal judge). Lama pertandingan adalah 8 menit (bersih) kali empat babak. Jeda istirahat setiap babak 1 dan 2 serta 3 dan 4 adalah 2 menit, sedangkan jeda istirahat untuk babak 2 ke babak 3 adalah 5 menit. Jika skor akhir pada babak 4 seri, akan dilanjutkan dengan 2 babak tambahan (2 kali 8 menit) untuk menentukan
pemenang. Jika masih seri lagi, pertandingan akan dilanjutkan dengan tembakan 5 bola untuk masing-masing regu yang diwakili 5 pemain, dari titik pinalti (5 meter).

Cara bermain polo air, yang meliputi pengambilan lemparan, terjadinya pelanggaran, terjadinya gol, dan kejadian lainnya mengikuti ketentuan berikut ini.

a. Permulaan Permainan
  1. Pada permulaan setiap babak, para pemain mengambil posisi pada garis gawangnya masing-masing dengan jarak kira-kira 1 meter antara pemain satu dengan lainnya dan minimal 1 m dari tiang gawang. Lebih dari dua pemain di antara tiang gawang tidak diperkenankan. Jika kedua regu siap, wasit membunyikan peluit sebagai tanda dimulainya pertandingan, selanjutnya dilakukan pelemparan bola ke tengah-tengah lapangan permainan.
  2. Setelah terjadi gol, para pemain harus mengambil posisi dimana saja dalam daerahnya masing-masing di belakang garis tengah. Pemain dari regu yang bukan pencetak gol terakhir harus memulai kembali permainan dari tengah lapangan permainan. Ketika wasit meniup peluit satu kali, maka bola segera dimainkan dengan melemparkan bola kepada pemain dari regunya yang harus berada di belakang garis tengah ketika ia menerima bola tersebut.
  3. Permainan dimulai setelah bola meninggalkan tangan pemain yang memulai kembali permainan tersebut.
  4. Suatu permulaan yang salah harus diulang kembali.


b. Gol
  1. Gol dinyatakan sah jika seluruh bagian bola melewati garis gawang di antara kedua tiang atau mistar gawang.
  2. Gol dapat diciptakan dengan menggunakan semua anggota tubuh, kecuali dengan tangan yang terkepal, asal ketika permulaan bola tersebut telah dimainkan oleh dua orang pemain atau lebih. Gol dapat diciptakan oleh setiap anggota regu dan dari posisi mana pun di area lapangan permainan.

c. Lemparan Gawang
  1. Wasit harus membunyikan peluit segera setelah bola melewati garis gawang.
  2. Jika seluruh bagian bola melewati garis gawang tetapi tidak masuk di antara mistar gawang, dan bola terakhir disentuh oleh regu penyerang, maka lemparan gawang diberikan kepada penjaga gawang yang mempertahankan gawangnya.
  3. Lemparan gawang yang salah harus diulang kembali.

d. Lemparan Sudut
  1. Wasit harus membunyikan peluit segera setelah bola melewati garis gawang.
  2. Jika seluruh bagian bola melewati garis gawang tetapi tidak masuk di antara kedua mistar gawang, dan bola terakhir disentuh oleh pemain dari regu bertahan, maka lemparan sudut diberikan kepada regu penyerang.
  3. Lemparan dilakukan dari tanda 2 meter.
  4. Jika penjaga gawang melakukan lemparan bebas atau lemparan gawang, melepaskan bola, dan sebelum pemain lain menyentuhnya telah berhasil menguasai bola kembali kemudian membiarkan bola tersebut memasuki gawangnya, maka lemparan sudut diberikan.
  5. Lemparan sudut yang salah harus diulangi.
  6. Jika seorang pemain melakukan lemparan bebas kepada penjaga gawang regunya dan sebelum pemain lain menyentuhnya, kemudian bola melewati garis gawangnya maka lemparan sudut diberikan.

e. Lemparan Netral
  • Lemparan netral diberikan wasit jika pemain-pemain dari tiap regu melakukan kesalahan secara bersamaan sehingga wasit tidak bisa menentukan pemain mana yang melakukan kesalahan lebih dahulu.


f. Pelanggaran Biasa
  • Berikut ini beberapa contoh kejadian-kejadian yang menunjukkan pelanggaran biasa.
  1. Ikut serta dengan aktif dalam pertandingan ketika berdiri pada dasar kolam, berjalan pada dasar kolam pada waktu pertandingan berlangsung.
  2. Memasukkan atau menahan bola ke bawah permukaan air ketika diserang.
  3. Memegang bola dengan kedua tangan pada waktu bersamaan.
  4. Mendorong atau bertolak dari seorang lawan.
  5. Membuang waktu.
  6. Melakukan lemparan pinalti lain dari cara yang ditetapkan.
  7. Menunda-nunda ketika melakukan suatu lemparan bebas, lemparan gawang, atau lemparan sudut.

g. Lemparan Bebas
  • Lemparan bebas diberikan sebagai akibat dari suatu pelanggaran biasa yang dilakukan di dalam daerah 2 meter oleh pemain bertahan. Lemparan bebas dilakukan sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemain lawan melihat bola lepas dari tangan pelempar. Diperbolehkan pula menggiring bola kemudian melemparkannya pada pemain lain.


h. Pelanggaran Berat
  • Seorang pemain telah melakukan pelanggaran berat jika melakukan hal-hal berikut ini.
  1. Memegang, menenggelamkan, atau menarik ke belakang seorang pemain lawan yang tidak memegang bola.
  2. Menyepak/menendang atau memukul lawan untuk membuat gerakan-gerakan yang mengarah ke perbuatan demikian.
  3. Membuat suatu kesalahan di daerah 4 meter yang kalau terjadi mungkin gol akan tercipta.
  4. Menunjukkan sikap menentang pada petugas.
  5. Melakukan tindakan yang kasar/brutal terhadap pemain lawan atau petugas. Lemparan bebas harus diberikan pada regu lawan, sedangkan pemain yang bersalah harus dikeluarkan untuk sisa waktu pertandingan dan tidak boleh diganti.
  6. Mengganggu dalam pengambilan suatu lemparan bebas, lemparan sudut, lemparan gawang, atau lemparan pinalti.

i. Pelanggaran Perorangan
  1. Seorang pemain yang melakukan pelanggaran berat di mana saja di lapangan permainan akan diberikan suatu pelanggaran perorangan. Jika pemain itu diberikan tiga kali pelanggaran perorangan, maka ia harus dikeluarkan dari sisa waktu pertandingan. Pemain penggantinya dapat masuk dari garis gawangnya dari tempat yang terdekat dengan pengawas gawang setelah waktu pengeluaran berakhir.
  2. Jika pelanggaran perorangan untuk yang ketiga kali tersebut diberikan karena pelanggaran yang menyebabkan suatu lemparan pinalti diberikan, maka pemain penggantinya harus segera masuk sebelum lemparan pinalti tersebut dilaksanakan.


j. Lemparan Pinalti
  • Lemparan pinalti harus diberikan pada regu yang melakukan pelanggaran. Berikut ini hal-hal penting dalam melakukan lemparan pinalti.
  1. Ketika lemparan pinalti diberikan, pemain yang melakukan pelanggaran hendaknya dikeluarkan dari air hanya jika pelanggaran tersebut sedemikian beratnya sehingga mempunyai alasan untuk mengeluarkannya dari air untuk sisa waktu pertandingan.
  2. Lemparan pinalti dapat dilakukan oleh siapa saja dari suatu regu, kecuali penjaga gawang. Pemain yang melakukan lemparan boleh melakukannya dari posisi mana saja pada garis 4 meter lapangan permainan lawan.
  3. Segera melakukan lemparan setelah ada isyarat dari wasit dengan gerakan yang tidak terputus-putus sebelum bola meninggalkan tangan pelempar.
  4. Lemparan pinalti dimulai dengan mengangkat bola dari permukaan air atau mengacungkan/mengangkat bola dengan tangan. Atau, membawa bola ke belakang dari arah lawan untuk persiapan melempar ke depan.
  5. Untuk penjaga gawang, bagian tubuhnya yang berada di atas permukaan air tidak diperbolehkan melampaui garis gawang.

k. Bola Keluar
  1. Jika seorang pemain menyebabkan bola keluar lapangan pada salah satu sisi kolam, maka regu lawan akan memperoleh lemparan bebas, yang harus dilakukan dari tempat dimana bola tersebut keluar.
  2. Jika bola keluar lapangan permainan antara garis gawang dengan garis 2 meter maka lemparan bebas harus dilakukan dari garis 2 meter di sisi kolam sebelah kanan di mana bola keluar.
  3. Apabila bola menyentuh atau tersangkut pada rintangan yang berada di atas kepala, bola akan dianggap keluar lapangan permainan dan wasit harus menghentikan permainan serta melemparkan bola ke dalam air sebagai lemparan netral.

l. Waktu Tambahan
  • Perpanjangan waktu diberlakukan jika pertandingan berakhir dengan angka sama, dengan catatan dalam pertandingan tersebut harus ada pemenangnya. Pertandingan tambahan adalah 2 babak kali 3 menit bersih, dengan istirahat 1 menit antara dua babak tersebut untuk pergantian tempat.


2 . Teknik Bermain Polo Air
  • Pemain polo air harus memiliki sikap mental seorang atlet, seperti kerja keras, jujur, bermain sportif, berdisiplin diri, toleransi terhadap teman, dan memiliki keberanian tinggi. Selain mental yang baik, pemain polo air juga harus memiliki stamina yang kuat dan memiliki daya tahan tinggi untuk berada di air dalam waktu yang cukup lama. Modal dasar untuk melakukan permainan ini adalah menguasai teknik dasar renang beserta gaya-gaya yang sering digunakan, seperti gaya dada, gaya punggung, gaya bebas, gaya miring, injak-injak air, dan loncat-loncat di air, sehingga pemain dapat melakukan berbagai variasi gaya saat bermain. Setelah mahir berenang, latihan selanjutnya adalah dengan menggunakan bola, seperti ditunjukkan gambar dibawah:





Entri Populer

Kartun

 
© Copyright 2012 : Media Belajarku
Template by : Blogger Templates | ZonaBlogger.com | Didukung Oleh : Blogger.com